Meski pasarnya belum terlalu besar, pembiayaan rumah seken (bekas) selalu tumbuh setiap tahun. Kontribusinya terhadap KPR berada di kisaran 20% hingga 30%. Terlebih, harga rumah baru kini kian tak masuk akal. Di BNI porsi pembiayaan rumah bekas alias seken sebesar 30% atau Rp 5,1 triliun dari total KPR senilai Rp 17 triliun pada akhir 2011. "Perseroan fokus menggarap rumah baru. Permintaan KPR rumahsecond tetap ada, terutama untuk rumah-rumah di lokasi strategis," katanya, pekan lalu. Bank Mutiara juga terus mengoptimalkan KPR rumah seken. Dari target KPR sebesar Rp 700 miliar pada tahun 2012, manajemen mengalokasikan Rp 100 miliar untuk KPR rumah bekas. "Kami menggandeng 50 broker properti. Bisnis ini terus tumbuh karena permintaannya tidak pernah sepi," kata Candra Utama, Executive Vice President Bank Mutiara. Tambahan saja, KPR merupakan salah satu andalan Bank Mutiara. Segmen ini ditargetkan menyumbang 32% dari total target ekspansi kredit tahun ini senilai Rp 2,2 triliun.
Semua Tentang Real Estate and Property Developer, Bisnis dan Investasi Properti, Agen dan Broker, Berita Seputar Properti, Kontraktor Konstruksi, Supplier Material, Tips dan Trik serta Strategi, Kisah Sukses, Inspirasi Dan Motivasi.
Terpopuler Seminggu
Friday, 6 January 2012
Mengatasi Kebocoran Dak Beton
![]() |
| Rembesan air di dak beton meninggalkan belang |
Dak Beton Bocor..?? Bagaimana mengatasinya..?? Karena rumah model minimalis biasanya memakai dak beton sebagai atap teras ataupun kanopi diatas jendela, keberadaan dak beton berperan dalam mempercantik tampilan rumah. Masalahnya, dak beton rawan bocor sehingga ketika musim hujan terlihat rembesan air pada bagian bawah dak. Rembesan air hujan pada dak beton akan meninggalkan noda yang efeknya merusak warna cat dan memperburuk tampilan. Apa yang menyebabkan dak beton bocor dan bagaimana mencegah serta mengatasi kebocoran tersebut? Mari kita telaah bersama.
Thursday, 5 January 2012
Kendala Hukum Mengancam Bisnis Properti
Kendala Hukum Mengancam Bisnis Properti. Banyak peraturan perundang-undangan yang hingga saat ini menjerat pebisnis properti khususnya pengembang. Setidaknya ada 3 aturan hukum yang mengancam bisnis properti. Menurut Pengamat Hukum Properti Erwin Kallo, pertama ada Undang-undang Perumahan dan kawasan pemukiman tahun 2011. Menurutnya UU ini sebenarnya tujuannya baik yakni untuk melindungi konsumen, namun mengancam bisnis pengembang khususnya pengembang menengah kecil.
"Yakni di dalam UU tersebut, developer boleh menjual perumahan atau apartemen yang dibangunnya kepada konsumen, setelah berhasil bangun 20% dari proyek yang direncanakan," kata Erwin kepada detikFinance, Rabu (4/1/2012).
"Yakni di dalam UU tersebut, developer boleh menjual perumahan atau apartemen yang dibangunnya kepada konsumen, setelah berhasil bangun 20% dari proyek yang direncanakan," kata Erwin kepada detikFinance, Rabu (4/1/2012).
6 Developer Penguasa Pasar Properti Segmen Atas 2012
Indonesia Property Watch (IPW) memproyeksikan penguasaan pasar segmen properti residensial kelas atas termasuk apartemen dan perumahan masih didominasi pemain lama di 2012. Nama-nama seperti Agung Sedayu, Lippo, Agung Podomoro, Ciputra, Sinar Mas, dan Summarecon masih tetap merajai.
Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda kepada detikFinance, Selasa (3/1/2012). Ia mengatakan pengembang-pengembang besar seperti Agung Sedayu masih mendominasi pasar apartemen segmen menengah atas dengan harga Rp 800 juta ke atas, disusul oleh Lippo Group, Agung Podomoro, dan Ciputra. Sedangkan untuk sektor residensial untuk perumahan, Sinar Mas Grup dan Summarecon tetap menjadi tolak ukur pertumbuhan properti residensial. "Namun demikian diperkirakan banyak pemain di luar Jakarta yang mulai bersinar dan beberapa pengembang akan memasuki persaingan pasar Jakarta," katanya.
Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda kepada detikFinance, Selasa (3/1/2012). Ia mengatakan pengembang-pengembang besar seperti Agung Sedayu masih mendominasi pasar apartemen segmen menengah atas dengan harga Rp 800 juta ke atas, disusul oleh Lippo Group, Agung Podomoro, dan Ciputra. Sedangkan untuk sektor residensial untuk perumahan, Sinar Mas Grup dan Summarecon tetap menjadi tolak ukur pertumbuhan properti residensial. "Namun demikian diperkirakan banyak pemain di luar Jakarta yang mulai bersinar dan beberapa pengembang akan memasuki persaingan pasar Jakarta," katanya.
Sunday, 1 January 2012
Bangunan Bocor, Penyebab dan Cara Mengatasinya
| Kebocoran atap penyebab rusaknya plafond |
Bocor.. Bocor.. dan bocor... Itulah yang tidak kita sukai setiap datangnya musim hujan. Kebocoran pada rumah seakan menjadi hantu yang menakutkan. Tidak peduli rumah baru atau rumah lama, kebocoran bisa saja terjadi. Apa sebab? Bagaimana mengatasinya? Beberapa kasus kebocoran disebabkan dari kesalahan pada perencanaan, juga pada kekurangcermatan dalam pelaksanaan. penyebab lain kebocoran adalah karena “force majure” seperti gempa, angin puting beliung, getaran, tertimpa benda keras dan lainnya. Bagaimana cara mengatasinya?
Ada beberapa cara mengatasi kebocoran pada rumah, simak berikut ini :
Subscribe to:
Posts (Atom)


