Memahami tahapan pengembangan sebuah perumahan adalah salah satu cara meringankan kesulitan saat memulai jadi pengembang/developer. Dengan pemahaman itu kita bisa membuat perencanaan dan persiapan. Beberapa tahapan bisa dilakukan simultan. Misalnya, pematangan tanah dapat dikerjakan bersamaan dengan pengurusan izin lokasi, sertifikat induk dan IMB. Tapi, ada juga tahapan yang harus dilalui dulu sebelum masuk ke tahap berikutnya. Misalnya, tidak disarankan memasarkan rumah saat pembebasan tanah masih berlangsung kendati banyak developer melakukannya. Juga, berisiko sudah menjual dan membangun padahal legalitas dan perizinan belum jelas. Berikut 9 tahapan pengembangan sebuah perumahan (Real Estate Development) tersebut (tanpa memperhitungkan proses pendirian badan usaha bila pengembangan dilakukan badan usaha):
Semua Tentang Real Estate and Property Developer, Bisnis dan Investasi Properti, Agen dan Broker, Berita Seputar Properti, Kontraktor Konstruksi, Supplier Material, Tips dan Trik serta Strategi, Kisah Sukses, Inspirasi Dan Motivasi.
Terpopuler Seminggu
Monday, 23 April 2012
Sunday, 22 April 2012
Perhatikan Sebelum Membeli Keramik Lantai
Keramik adalah jenis lantai yang paling banyak dipakai pada hunian (horizontal dan vertikal) di kota-kota besar. Untuk mendapatkan lantai keramik yang rapi, indah, dan awet, prosesnya sudah dimulai sejak masa pemilihan dan pemasangan. Pemilihan harus tepat sesuai peruntukan, dan pemasangan harus rapi. Ada banyak jenis keramik sesuai peruntukannya. Misalnya, keramik lantai dan dinding, keramik untuk rumah tinggal dan areal komersial, keramik untuk ruang dalam (interior) dan ruang luar (eksterior), keramik glossy (mengilap) dan doff atau rustic (tidak mengilap), dan seterusnya.
Nah, sebelum Anda membeli keramik untuk lantai rumah Anda, perhatikan dulu 7 hal penting berikut ini :
Saturday, 21 April 2012
Tips Merawat Marmer
![]() |
| Marmer Lantai |
Ada banyak jenis marmer yang beredar di Indonesia, lokal maupun impor. Yang lokal misalnya marmer Citatah dan Tulungagung. Sedangkan yang impor kebanyakan dari Cina, Itali dan India. Kualitas marmer lokal dan impor relatif sama. Bedanya hanya pada teknik pemotongan/penggosokan, pemilihan bahan baku (makin tua bahan batu cadasnya makin baik produk marmernya) dan varian warna.
Varian warna marmer impor lebih kaya ketimbang lokal. Tapi, dari manapun asalnya, marmer memang oye untuk pelapis lantai atau dinding: keras, awet, indah, megah, kinclong, dan membuat ruangan jadi adem. Makin tua usia marmer makin indah penampilannya asal penempatannya tepat dan perawatan dilakukan berkala. Lihat saja marmer di bangunan-bangunan tempo doeloe.
Varian warna marmer impor lebih kaya ketimbang lokal. Tapi, dari manapun asalnya, marmer memang oye untuk pelapis lantai atau dinding: keras, awet, indah, megah, kinclong, dan membuat ruangan jadi adem. Makin tua usia marmer makin indah penampilannya asal penempatannya tepat dan perawatan dilakukan berkala. Lihat saja marmer di bangunan-bangunan tempo doeloe.
Friday, 20 April 2012
Industri Real Estate
BILA masalah sandang dan pangan sudah terpenuhi, maka memiliki rumah sendiri adalah suatu mimpi indah yang patut diwujudkan. Namun, untuk mendapatkan rumah, bagi sebagian besar masyarakat masih diperlukan instansi yang dapat membantu pemilikan rumah tersebut. Memiliki rumah sendiri akan menjadikan seseorang hidup lebih ekonomis, lebih terencana, serta menimbulkan identitas pribadi. Karena itu setiap orang memimpikan mempunyai rumah pribadi untuk melindungi keluarganya. Instansi yang diperlukan untuk mewujudkan impian itu adalah lembaga yang dapat membantu seseorang mendapatkan harga yang terjangkau, serta dengan cara pembayaran yang mudah. Yang paling dikenal adalah Bank Tabungan Negara (BTN). Dan masih ada lagi beberapa bank swasta yang juga memberikan KPR dalam jangka menengah, sampai tujuh tahun, bagi mereka yang berkocek cukup tebal. Instansi lain yang diperlukan ialah pihak pembangun (developer).
Insulasi Atap, Menepis dan Menyerap Panas
Sekarang kita mulai memasuki musim kemarau. Pada musim ini problem utama yang biasa terjadi di rumah adalah hawa panas. Salah satu sumber panas itu adalah atap. Penutup atap yang terkena sinar matahari meneruskan panas yang diterimanya ke dalam ruang melalui plafon. Rekayasa desain seperti membuat ventilasi di plafon dan di dalam rumah bisa membantu mengurangi atau melepaskan panas itu. Cara lain dengan memilih material bangunan yang mampu menangkal panas seperti insulasi.
Selain menepis dan menyerap panas, sebagian produk insulasi juga menyerap suara |
Sejak 8 – 10 tahun terakhir lapisan insulasi mulai banyak diaplikasikan pada rumah tinggal, termasuk rumah-rumah yang dibangun developer. Material berbentuk gulungan atau lembaran itu digelar di atas rangka atap sebelum ditutup dengan penutup atap. Bahan insulasi macam-macam mulai dari plastik, kertas, busa, pholyethelene, sampai polyester. Bahan-bahan itu didesain begitu rupa dan dilapisi lagi dengan kertas alumunium sehingga mampu menyerap dan merefleksikan panas.
Subscribe to:
Posts (Atom)


